Raditya Setya Buana – Autism Spectrum Disorder

“Saya dan suami pengennya Radit bisa sembuh, bisa mandiri ngelakuin apa-apa, biar dia tahu apa yang yang dia suka. Saya pengen denger Radit ngomong…” – Ucap ibu Radit.

Saat Ibu Radit mengandung usia 3 bulan, Ibu Radit mengalami pendarahan hebat. Sampai-sampai harus melahirkan saat itu juga yang membuat Rahim Ibu Radit meninggal. Namun ketika di USG kembali ternyata masih ada 1 janin lagi di dalam rahim Ibu Radit. Ternyata bayinya kembar.

Janin tersebut kemudian tetap di pertahankan oleh ibu Eka Septianingsih, ibu Radit. Walaupun dokter sudah mengatakan jika Janin tersebut di pertahankan maka akan lahir dalam keadaan tidak sempurna. Namun tekad Ibu Radit sudah bulat, kemudian lahirlah anak bernama Raditya Setya Buana di usia kandungan 9 bulan.

Awalnya Radit terlihat normal-normal saja. Namun Orang tua Radit baru sadar saat usia Radit menginjak 9 bulan, perkembangan Radit seperti terlambat. Seperti belum bisa jalan dsb. Benar, Radit pun baru bisa berjalan saat usia 2 tahun, dan saat usia 3 tahun Radit baru bisa mengucapkan kata ‘mama’ dan ‘papa’.

Ternyata Radit Sakit

Dari kecurigaan orang tua Radit, Kemudian Radit di periksa ke Rumah Sakit. Dari Hasil CT Scan menunjukkan bahwa ukuran otak Radit lebih kecil dari biasanya dan tidak berkembang dengan baik. Ternyata Radit menderita Autism Spectrum Disorder. Radit jadi sering tantrum dan menyiksa dirinya sendiri, seperti memukul dada, dagu, kadang bibirnya pun sampai berdarah. Kalau lagi seperti itu, Ibu Radit langsung memeluk dia. "Biar saya aja yang dia pukul. Saya suka nangis kalau dia seperti itu" Ucap Ibu Radit.

Saat ini usia Radit menginjak 5 tahun, namun Radit belum bisa berbicara dengan lancar. Karena saat di periksa ternyata IQ Radit masih seperti anak 2 tahun. Apalagi tali lidah Radit ini pendek. Jadi Saat berbicara pun sulit terkadang sampai melet-melet.

Radit Mau di Sekolahkan di SLB dekat Rumah

Walau dengan kondisi seperti tadi, Orang tua Radit tidak putus semangat. Radit rencananya akan di sekolahkan di SLB dekat rumahnya, sembari menjalani terapi seperti fisioterapi, terapi wicara, dan lain-lain. Namun untuk melakukan rencana tersebut butuh biaya yang sangat besar. Apalagi Orang tua Radit berpenghasilan tidak tetap.

Ayah Radit hanya bekerja sebagai tukang pasang Sound System, dan Ibu Radit membantu nenek Radit berjualan nasi Rames di warung. Terkadang untuk membeli buku cerita Upin Ipin kegemaran Radit saja mereka masih mikir banget sayang uang, mending buat makan sehari-hari.

"Saya dan suami pengennya Radit bisa sembuh, bisa mandiri ngelakuin apa-apa, biar dia tahu apa yang yang dia suka. Saya pengen denger Radit ngomong…” - Ucap ibu Radit.  Yuk bantu Donasi ringankan Orang tua Radit, dan bantu Radit untuk bisa berkembang dengan baik dan wujudkan impiannya.

BUAT PERUBAHAN HARI INI

Tidak perlu banyak aksi untuk merubah hidup, Mulai dengan yang kecil sekarang juga dan buatlah perbedaan.

RELAWAN
DONASI