Bagas Eka Supriyatna – Pengapuran Tulang dan Otak

Bagas mau melanjutkan sekolah, Bagas nggak mau ngerepotin Bapak sama Ibu terus, Bagas mau mandiri dan Banggai Bapak sama Ibu. Bantu Bagas sembuh yaa.

Bagas tergeletak lemah di atas kasur kapuk yang keras dan usang. Tidak jarang, ia juga mau tidak mau tidur di atas karpet tipis. Menahan dinginnya lantai di tengah sakit pengapuran otak dan tulang. Sehari-hari Bagas tak mampu bergerak banyak. Kelumpuhan terus menyerang dirinya selama bertahun-tahun. Sekolah pun terpaksa ia tinggalkan dan hanya berakhir di jenjang sekolah dasar.

Semua berawal saat Bagas panas tinggi dan kejang dari usia 1 sampai 6 tahun. Badannya lalu kaku dan tidak bisa berjalan. Tubuhnya pun bengkak. Pori-porinya tertutup sehingga keringat tak keluar.

Sejak kecil Bagas sudah berteman dengan obat. Berbagai jenis obat sudah ia telan berkali-kali. Injeksi seharga Rp800rb juga dilakukan. Terapi pun harus rutin dilakukan. Namun, sampai sekarang kondisinya masih parah. Kelumpuhan total terus menghantui Bagas.

Bagas Mau Jadi Anak yang Mandiri

Dokter pernah menyarankan orang tua Bagas untuk membeli closet duduk dan kasur yang nyaman. Tapi, itu hanya seperti mimpi. “Jangankan untuk beli obat, apalagi closet duduk dan kasur. Untuk biaya hidup kami sekeluarga aja pas-pasan.” – Suprihatin, Ibu Bagas.

Apalagi, orang tua Bagas hanya bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya Rp50rb per hari. Ada 2 anak lain yang juga harus dibiayai. Kelumpuhan pun semakin menghantui takut obat tak bisa ditebus.

“Kalau sembuh, anak saya bilang pengen lanjut sekolah. Kemarin cuma sampai lulus SD aja. Katanya nggak mau ngerepotin orang tua terus. Mau mandiri dan banggain orang tua.” – Suparno, ayah Bagas.

BUAT PERUBAHAN HARI INI

Tidak perlu banyak aksi untuk merubah hidup, Mulai dengan yang kecil sekarang juga dan buatlah perbedaan.

RELAWAN
DONASI