Shelly, Sahabat Kecil dengan Kelumpuhan


Sudah memasuki tahun ke-4 kami mendampingi adek Shelly. Shelly adalah anak ke-2 putri pasangan Bapak Sage dan Ibu Misrati, dan berasal dari Ambal Kebumen. Ia mengalami sakit Ataxia Telangiectasia Syndrome (kelumpuhan). Dalam kondisi buruk, Shelly harus menjalani perawatan opname karena diganosa sakit lain yang dialaminya (Bronchiektasi, Anemia Mikrositik, dan Pneumonia Berat). Sehingga secara rutin Shelly harus menjalani kontrol dokter dan pengobatan di klinik neuro, respiro, IRM dan tumbuh kembang RSUP Sardjito.

21107472_111850112856190_713239700728027

Senyum, selalu terhias manis di sudut manis adek kecil ini. Meskipun tidak banyak hal yang bisa ia lakukan saat ini, setidaknya ia terus menyemangati hari-hari kami. Menyampaikan pesan bahwa tidak akan ada perjuangan yang sia-sia. Meski perjalanan susah dan berliku, namun jangan pernah lelah untuk terus berusaha.

Senyum yang selalu penuh makna. Seakan menyiratkan pesan tajam kepada kami. Pahitnya puluhan obat yang tersaji di setiap hariku, sakitnya tusukan jarum suntik dan pengobatan rutinku, masih belum seberapa dibandingkan dengan harapan dan doa untuk bisa sembuh. Suatu hari, kebahagiaan itu pasti akan datang!!

Berangkat subuh hari dari rumah menuju RSUP membawa harapan kesembuhan dan kebaikan untuk sang buah hati. Ibu Misrati dan Shelly berusaha memenuhi panggilan rutin rumah sakit untuk keperluan kontrol dan pengobatan.

Menumpang ojek dari desa, dan beberapa kali ganti bis tujuan kota Jogja. Rutinitas ini dilakukan setiap bulan dalam kondisi Shelly baik, dalam termin tidak harus menjalani perawatan opname.

Siap berangkat gelap dan pulang malam. Perjuangan untuk 1 kata sehat buat sang buah hati. Tetap yakin dan penuh harap, hari bahagia itu pasti akan datang.
#Update Hari selasa 5 September 2017 menjadi hari pertemuan kembali kami dengan Shelly, Sahabat kecil yang menderita kelumpuhan.
Obat non BPJS yang dulunya ditanggung oleh dokter dari rumah sakit, akhirnya harus mereka tanggung sendiri karena dokter itu pindah ke Sumatera.
Obat seharga sekitar Rp, 330.000,- itu tidak bisa mereka beli sendiri. Untuk pergi menjalani pengobatan rutin saja mereka terkadang kesusahan, sampai ketika mereka akan menjalani pengobatan, mereka mengabarkan melalui SMS bahwa, "Mas, minta tolong obatnya Shelly yang tidak ditanggung minta dibantu. Soalnya sekarang dokternya kembali ke Sumatera dan tidak di Jogja lagi jadi tidak bisa beli lagi sekarang", sms Ibu Mirsati.

Donasi dari anda untuk sahabat kecil Shelly telah kami serahkan saat menjalani pengobatan rutin di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta untuk pembelian obat dan biaya transport mereka senilai Rp. 500.000,-
Semoga donasi anda dapat bermanfaat untuk adik Shelly.

Admin

Dibuat 30 Aug 2017 Yogyakarta

134 hari lagi

Featured Campaign

Rp 200.000
terkumpul dari target Rp 10.000.000

2% terkumpul Biaya Kontrol Dokt...