Faiz, Syndrome Nefrotic dan Tuna Netra


Sudah 4 tahun Faiz menderita kebocoran fungsi ginjal, glaucoma dan kebutaan total di kedua bola matanya. Faiz (8 thn) adalah anak semata wayang Ibu Supiyah berasal dari Mirit Kebumen. Namun 2 tahun belakangan ini ia tidak bisa melihat indahnya dunia karena buta (glaucoma).

Dua minggu sekali Faiz harus menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Tempat pengobatan berjarak 80 km dari pesisir pantai menuju rumah sakit. Terjadi dan sering terulang, kondisi kesehatan Faiz yang lemas, albumin rendah dan mengalami bengkak di bagian wajah.

Pada kondisi sulit dan prihatin, kala itu kami menerima kabar bahwa Ibu sering absen membawa Faiz ke rumah sakit untuk berobat karena untuk keperluan pembiayaan berangkat dan berobat, Ibu harus berharap belas kasih dari tetangga di desa. Ayah Faiz meninggal karena tragedi kecelakaan sepeda motor beberapa waktu setelah Faiz menerima diagnosa sakit kerusakan fungsi ginjal ini.

Faiz_2.jpg

Berangkat minggu siang dari Kebumen menggunakan bus umum, berganti bis sampai rumah sakit Jogja pada petang hari, lalu ia tidur di aula rumah sakit beralaskan tikar. Kemudian hari Senin pagi mulai mengantri untuk berobat. Begitu setiap bulannya. Namun apabila kondisi Faiz drop, Faiz akan opname untuk beberapa hari ke depan sampai diijinkan pulang. Jika ini terjadi, maka Ibu Supiyah hanya bisa puasa, karena ia tidak bisa berjualan. Dan harus mengatur ongkos untuk keperluan kepulangan mereka (yang sangat minim) ke Kebumen.

Program pemerintah melalui KIS/BPJS sebenarnya sudah mengcover semua biaya anak yang kondisinya buta ini. Namun obat non BPJS yang tidak tercover seharga 1,5 juta rupiah per bulan itu menjadi salah satu permasalahan besar bagi Ibu. "Uang darimana Mas untuk membeli obat itu. Untuk transport dan makan saja masih susah".

Bantu Faiz untuk menjalani pengobatannya, ringankan beban mereka. Salurkan donasi anda melalui Yayasan Lentera Sahabat.

Faiz_3.jpg

CARA BERDONASI
1. Klik "DONASI SEKARANG"
2. Masukan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
#Update Ada kebahagiaan tersendiri yang kami rasakan di moment pertemuan dengan Faiz dan Ibu pagi hari ini. Relawan kami bertugas melaksanakan pengiriman obat, amanat dari donatur untuk Faiz.

"Mak Mak, obate wes teko po?"

Nadanya polos, intonasinya datar. Ungkapan sederhana seorang yatim Faiz kepada Ibu Supiyah. Namun bagi kami, kalimat itu memberikan kesan yang lebih 'lebar' mengenai obat yang saat ini ia pegang erat.

Ini obat yang mahal, yaa itu benar. Ini obat yang berharga jutaan rupiah per bulan yang Ibu tidak mampu beli, exactly that's right! Terapi obat pengganti sudah dicoba dalam kurun waktu 14 hari yang lalu. Obat yang bisa diterima gratis oleh Faiz, sebagai hak penerima layanan seorang warga negara yang tidak mampu melalui pembiayaan pemerintah. Namun akibatnya adalah wajah Faiz membengkak dan hasil laborat (darah dan urine) memberikan hasil yang buruk. Tidak ada cara lain yang lebih baik, selain menerima resep obat mahal ini lagi, untuk tujuan life saving.

Obat ini pula salah satu penyebab, ikut andil dalam tragedi kebutaan yang dialami Faiz. Empat tahun yang lalu, Faiz kecil bisa melihatku. Tidak hanya sekadar mengenali suara dan sentuhan seperti yang bisa ia lakukan saat ini. Faiz adalah anak yang terlahir normal. Pada usia 4 tahun mengalami kerusakan fungsi ginjal dan sangat membahayakan keselamatan hidupnya. Obat berjenis steroid dosis tinggi harus rutin ia minum. Beberapa merupakan obat mahal yang bahkan sang Ibu tidak akan mampu untuk beli. Dalam kondisi prihatin karena beban kebutuhan pengobatan, sang Ayah harus mendahului mereka, meninggal karena kecelakaan sepeda motor. Lengkap sudah duka mereka. Dan saat ini Faiz anak yang menderita sakit kebocoran fungsi ginjal, mengalami kebutaan total.

Obat steroid dosis tinggi memberikan efek negatif pada anak, meskipun sifatnya unik tidak bisa disamakan pada setiap kasus. Dalam kejadian yang dialami Faiz obat-obat ini mengakibatkan glaucoma dan kebutaan total di kedua bola matanya. Pengobatan dan pelayanan yang diberikan team medis RSUP Sardjito untuk Faiz tidaklah kurang-kurang. Koordinasi dan pengawasan antara klinik nefro (ginjal) dan klinik mata rutin dilakukan, adakah protokol pengobatan lain yang lebih baik lagi? Manakah yang lebih penting, nyawa atau mata? Kondisi ini sudah cukup memberikan gambaran singkat mengenai duka dan perjuangan yang dijalani Faiz dan Ibu.

Obat sekaligus malapetaka ini, dalam lirih selalu terucap dalam doa sang Ibu. Susah payah mereka berusaha meraihnya. Dalam senyum dan air mata, terpesan bisikan kepada kami, "Terimakasih mas, tolong sampaikan pesan Ibu kepada donatur yang membantu membelikan obat ini untuk Faiz."

Faiz, Syndrom Nefrotic dan Glaucoma Resisten Steroid. Faiz, si anak yatim dengan kebocoran fungsi ginjal dan kebutaan. Nikmat dan karunia mana lagikah yang tidak akan kita bagi untuk meringankan beban mereka?

Yukk, bergabung dengan kami bersama-sama kita permudah urusan mereka. Bantu dan raih tangan Faiz dan Ibu. Feel free to contact us, Lentera Sahabat 081911121888. Sharing donasi, silahkan transfer ke rekening Yayasan Lentera Sahabat untuk Faiz di :
BCA : 0373 603 888
Mandiri : 1370010660294
BNI : 0297266574

Terimakasih.

Admin

Dibuat 19 May 2017 Yogyakarta

240 hari lagi

Featured Campaign

Rp 2.270.000
terkumpul dari target Rp 30.000.000

8% terkumpul Pembelian Obat